Wisata Desa Melikan Sentra kerajinan Gerabah Klaten

Wisata Desa Melikan Sentra kerajinan Gerabah Klaten

Wisata Desa Melikan Sentra kerajinan Gerabah Klaten
Wisata Desa Melikan Sentra kerajinan Gerabah Klaten

Berbicara tentang sentra kerajinan, jika Jogja memiliki Desa Kasongan sebagai sentra kerajinan gerabah, maka di Klaten juga memiliki Desa Melikan sebagai saingannya. Ada yang unik di Desa Wisata Melikan, disini sangat terkenal sebagai sentra kerajinan gerabah yang dalam proses pembuatannya menggunakan teknik putaran miring. 


Walaupun secara administratif Desa Wisata Melikan berada dalam Kecamatan Wedi, namun gerabah yang dihasilkan sering disebut sebagai gerabah Bayat. Menurut masyarakat sekitar, adanya tradisi pembuatan gerabah di Bayat tidak terlepas dari peran Sunan Pandanaran atau yang sering juga disebut sebagai Sunan Tembayat atau Pangeran Mangkubumi, Beliau merupakan tokoh penyebar agama Islam di Kabupaten Klaten, khususnya di Bayat. Beliau merupakan putra dari Ki Ageng Pandan Arang, bupati pertama Semarang.
Teknik Putaran Miring dalam pembuatan gerabah dengan menggunakan roda putar datar sebenarnya banyak dijumpai di berbagai daerah, tetapi bila Anda berkunjung ke Bayat, Anda akan menemui hal yang sedikit berbeda dari biasanya. Roda putar yang mereka gunakan tidak datar (horisontal), melainkan dimiringkan beberapa derajat ke depan sehingga teknik pembuatannya disebut teknik putaran miring. 

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1